UMKM Kunci kebangkitan Ekonomi

Untuk saat ini para pelaku UMKM di Indonesia mendapatkan banyak angin segar, dimulai dari Banpres, stimulus Pemulihan Ekonomi Nasional, pinjaman lunak bagi UMKM dan yang baru di sah kan UU cipta kerja yang disebut memiliki beberapa manfaat yang membantu mempermudah akses perizinan, akses rantai pasok, akses pengembangan usaha, akses pembiayaan dan akses pasar.Sedikit menceritakan pengalaman pribadi, kebetulan Saya pernah punya pengalaman sebagai sopir kontrak dari UNESCO di kantor perwakilan di Borobudur. Gunung Merapi pada akhir September 2010 mulai menunjukan aktivitas seismik, dan menyebabkan letusan gunung berapi pada hari Selasa tanggal 26 Oktober 2010, menyebabkan daerah Magelang, Yogyakarta mengalami hujan debu yang berasal dari gunung Merapi, termasuk Candi Borobudur tertutupi oleh debu vulkanik, oleh karena itu dari UNESCO mencarikan dana bantuan untuk membantu menangani debu vulkanik tersebut dikarenakan disinyalir merusak batu / candi Borobudur, sehingga UNESCO membuka kantor bantu di Borobudur, dengan team para ahli yang sebagian besar dari Jerman, karena posisiku sebagai sopir menemani mereka dan sering mengobrol dengan mereka, sehingga hubungan kami dengan mereka bisa dikatakan baik. Banyak cerita berbagai hal dari budaya, kebiasaan, keluarga prbadi sampai ngobrol tentang masing masin negara, salah satu pembicaraan yang berkesan bagi saya adalah perkembangan ekonomi di Jerman. Jerman kalah perang dunia ke II di tahun 1945 hampir bersamaan dengan Bangsa Indonesia merdeka dari negara Belanda, Perang Dunia II menghancurkan sekitar 70% dari perumahan di Jerman, produk pertanian yang menyusut, infrastruktur banyak yang hancur dan banyak angkatan kerja banyak yang meninggal dunia ketika terjadi perang. Dan pada saat kami berbicara ekonomi Jerman sebagai ekonomi terkuat di Eropa menurut Bloomberg, boleh dikatakan kita ( Negara Indonesia dengan Negara Jerman ) start dari tahun yang sama, tahun 1945, tapi kemudian Jerman sudah menjadi penguasa ekonomi di Eropa. Dari perbincangan mereka saya menarik kesimpulan penyebab ekonomi Jerman berkembang dengan pesat adalah karena sistem pendidikanya yang mewajibkan pelajar sebelum lulus untuk praktek kerja ( kalau disini sejenis Praktek Kerja Lapangan ) pada seorang ahli yang sudah berkompeten dan menjadi rekomendasi, sehingga mereka bisa menghadapi realita dunia kerja, mencetak angkatan kerja yang kompeten dibidangnya. Selain mencetak angkatan kerja yang kompeten pemerintah dalam industri membangun kelompok menengah ( UMKM ). Ketika yang di genjot industri kelas menengah akan menyerap angkatan kerja yang tercipta, kenapa bukan industri kelas atas atau kelas bawah yang di genjot oleh pemerintah, apabila industri kelas atau yang di bantu membutuhkan uang atau modal yang sangat besar sehingga semakin sedikit yang dapat terbantu selain itu industri kelas atas ketika mempunyai modal, akan mengubah industrinya menggunakan mesin sehingga akan menimbulkan jarak yang semakin lebar antara kelas bawah dengan kelas atas. Sebagai bangsa kalah perang, merasakan senasip sehingga menimbulkan jalinan kuat kerja sama diantara masyarakatnya sangat kental, keadaan darurat membuat orang menjadi kreatif, dan kerena lapar mereka membuat produk produk yang berorientasi pada kebutuhan konsumen, sehinga lambat laun ekonomi negara Jerman mulai bergeliat kembali kepada perbaikan kehidupan mereka. jalinan kerja sama antara semua mereka pihak melebur menjadi sebuah motor penggerak kesatuan kekuatan raksasa untuk kembali membangun bangsa mereka yang terpuruk. Hal ini menuntut sebuah pengorbanan kepentingan kelompok, mengesampingkan urusan receh-receh demi hal yang lebih besar dan lebih perlu untuk kebangkitan bangsa mungkin seperti moto atau semboyan kita Bhineka Tunggal Ika, jadi beberapa poin kita memiliki kesamaan dengan negara Jerman, kalau cara atau jalan yang di ambil sama semoga tujuanya juga sama, kita menjadi negara yang maju dan ekonomi yang kuat.

Comments

Popular posts from this blog

Menghadapi Musim Pancaroba

Rempah-Rempah: Harta Karun dari Indonesia